Senin, 20 Oktober 2014

Social Media Release

Ekskursi Agama di Universitas Pembangunan Jaya
Program eskursi diadakan setiap tahun pada mata kuliah agama



Bintaro, Tangerang.- Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) adalah sebuah universitas yang memiliki konsep kurikulum “Liberal Arts” pertama di Indonesia. Kepeduliannya tidak hanya sampai disitu, UPJ juga memberikan mata kuliah agama dibawah naungan unit liberal arts.

Mahasiswa/i UPJ memiliki latar belakang agama yang berbeda, untuk mempersatukan dan saling memahami antar agama lain. Dalam mata kuliah ini diajarkan bahwa sesama umat beragama harus memiliki solidaritas dan sikap saling menghargai satu sama lainnya.

Program ekskursi ini sangat baik dan jarang terpikirkan oleh sebagian orang bahkan institusi pendidikan sebagai suatu hal yang penting. Ini disadari karena rata-rata mereka mengikuti acara keagamaan dari agama mereka sendiri sehingga kurang tercipta rasa empati dan solidaritas antar agama lain. Hal ini memunculkan sebuah program ekskursi agama yang dilakukan setiap tahunnya oleh kampus UPJ.

Program ekskursi agama sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 mulai dari angkatan pertama UPJ sampai sekarang (angkatan 3 tahun 2014) dan telah bekerja sama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dalam merancang dan meyusun program.

Ekskursi agama adalah sebuah program dari UPJ yaitu mengunjungi tempat-tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ada agama mayoritas dan minoritas yang terdapat di Indonesia.

UPJ sendiri dalam melakukan ekskursi ini mengunjungi 8 tempat ibadah. Dari agama mayoritas ada Islam - Masjid Istiqlal, Kristen - Gereja Katedral & Gereja Immanuel, Hindu - Pura Parahyangan Jagat Guru,  Buddha - Vihara Ekayana, khongucu - Lithang Khongcu Bio. Agama minoritas ada Sikh – Gurdwara dan Tionghoa - Klenteng Boen Tek Bio.
Lokasi tempat ibadah ada di Jakarta dan Tangerang. Program ini dijalankan selama 2 kali untuk 3 atau 4 tempat ibadah pada minggu pertama dan minggu kedua.

Antusiasme terlihat dari mahasiswa/i yang sangat penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai macam kehidupan agama yang ada di Indonesia. Mereka di beri kesempatan untuk bertanya kepada pemuka agama setempat dan kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh mereka.

"Eskursi agama seru selain bisa mengenal agama-agama lain kita juga di ajarkan agar saling toleransi antara satu dengan yang lain dan dengan eskursi agama ini bisa membuat mahasiswa/i lain mengunjungi tempat ibadah yang berbeda" ujar Tika, peserta eskursi 

Program ekskursi ini akan menjadi agenda dalam program mata kuliah agama untuk setiap tahunnya yang diselengarakan oleh UPJ. Tahun ini telah dilakukan pada 11 & 18 Oktober 2014. Eskursi agama selanjutnya akan dilaksanakan tahun 2015 pada angkatan 2014. 

TENTANG KAMI
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berdiri tahun 2011 di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. dibawah naungan Yayasan Pendidikan Jaya (YPJ). UPJ mempunyai program LSE (Liberal arts, Sustainable Eco Development, and Enterpreneurship) pertama di Indonesia.

KONTAK KAMI 
Universitas Pembangunan Jaya
Jl. Boulevard Bintaro, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.

Telepon : (021) 745-5555, (021) 290-4540

Rabu, 15 Oktober 2014

Manfaat & Kategori Perusahaan CSR

Manfaat CSR Bagi Perusahaan
Pelaksanaan CSR bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, namun juga bermanfaat bagi pelaku CSR yaitu Perusahaan. Berikut adalah manfaat yang diterima oleh perusahaan dari pelaksanaan CSR (Suhandri, 2007):
a)     Mempertahankan dan mendongkrak reputasi serta citra merek perusahaan.
b)     Mendapatkan lisensi untuuk beroperasi secara social
c)      Mereduksi resiko bisnis perusahaan.
d)     Melebarkan akses sumber daya bagi para operasional usaha
e)     Membuka peluang pasar yang lebih luas
f)       Mereduksi biaya, misalnya yang terkait dampak pembuangan limbah
g)     Memperbaiki hubungan dengan stakeholders
h)     Memperbaiki hubungan dengan regulator
i)        Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan

j)        Peluang mendapatkan penghargaan

Ternyata manfaat CSR sangat baik dan mempengaruhi keberlangsungan sebuah perusahaan. CSR membuat hubungan antara korporat dengan masyarakat menjadi harmonis karena sebuah korporat peduli terhadap masyarakat dan llingkungan sekitar.

Salah satu contoh perusahaan yang melaksanakan CSR adalah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah sebuah perusahaan tambang dan batu bara. Perusahaan dan dinas pertanian provinsi mengusulkan penemuan baru dan memprakarsai petani jeruk di kecamatan Rantau Pulung, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Mereka juga sebagai salah satu sasaran program pemberdayaan masyarakat (COMDEV) KPC. Petani di rantau pulung berhasil menemukan varietas baru yang dinamai Citrus Retikulate Blanco. Sehingga pemberdayaan masyarakat terbangun dengan baik dan sesuai harapan serta tepat sasaran (Untung, 2008)

Jika perusahaan mengetahui ada banyak manfaat dibalik pelaksanaan CSR, seharusnya mereka melakukan secara maksimal CSR tersebut sesuai konsep the triple bottom line.

---------------------------------------------------------------------------------

Kategori Perusahaan Menurut Implementasi CSR

4 kelompok pengusaha terkait CSR berdasarkan urutan peringkat (Suhandri, 2007):
Hijau:
·        Perusahaan sudah menempatkan CSR pada strategi inti dan jantung bisnisnya
·        CSR tidak hanya dianggap sebagai keharusan, tetapi kebutuhan (modal social)
Biru:
·        perusahaan yang menilaii praktik CSR akan membawa dampak positif terhadap usahanya karena merupakan investasi, bukan biaya
Merah:
·        perusahaan peringkat hitam yang mulai menerapkan CSR. CSR masih dipandang sebagai kompenen biaya yang mengurangi keuntungan perusahaan
Hitam:
·        Mengutamakan kepeentingan bisnis
·        Tidak peduli aspek lingkungan dan social sekelilingnya
·        Tidak memerhatikan kesejahteraan karyawan

Dapat diketahui bahwa perusahaan memiliki kategori Implementasi dalam sebuah CSR. dapat dilihat berdasarkan urutan. bahwa ternyata kategori hijau memiliki tingkat kepedulian CSR tinggi yang dilaksanakan dalam perusahaannya sebagai program penting. untuk urutan terakhir terdapat dikategori hitam, disini perusahaan tidak peduli dengan aspek CSR sehingga lebih memikirkan profit dan profit tanpa peduli lingkungan sekitarnya.

Referensi:

Untung, Hendrik Budi.2008.Corporate Social Responsibility.Jakarta: Sinar Grafika

Selasa, 14 Oktober 2014

Landasan Teoritis CSR

Landasan Teoritis CSR (Nor Hadi, 2011)

a) Teori Legitimasi
Wahana untuk mengonstruksi strategi perusahaan, terutama terkait dengan upaya memposisikan diri di tengah masyarakat yang semakin maju. Legitimasi merupakan manfaat sumber daya potensial bagi perusahaan untuk bertahan hidup dengan lingkungan dan stakeholder.

Legitimasi dapat diperoleh karena adanya kesesuaian antara keberadaan perusahaan yang tidak menganggu dengan sistem nilai yang ada dalam masyarakat dan lingkungan. Namun jika terjadi pergeseran yang menuju ketidaksesuaian maka legitimasi perusahaan akan terancam. (Nor Hadi, 2011)

Ada 2 dimensi agar perusahaan memperoleh dukungan legitimasi (Dowling & Pfeffer, 1975):
  1. Aktivitas perusahaan harus sesuai dengan sistem nilai di masyarakat
  2. Pelaporan aktivitas perusahaan seharusnya mencerminkan nilai-nilai sosial

Jadi dengan adanya legitimasi dari masyarakat akan menumbuhkan tingkat kesadaran perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR. Karena perusahaan membutuhkan legitimasi masyarakat, agar mereka tetap bisa bertahan dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

b) Teori Stakeholder
Stakeholder adalah individu-individu dan kelompok-kelompok yang memiliki legitimasi untuk menuntut kepada organisasi agar bisa berpatisipasi dalam pengambilan keputusan, karena mereka dipengaruhi oleh praktik, kebijakan dan tindakan orgaisasi (Hummels, 1998)
Dalam teori ini dimaksudkan bahwa perusahaan harus memperhatikan stakeholder, karena mereka memiliki pengaruhi dan dapat dipengaruhi secara langsung atau tidak langsung dari aktivitas dan kebijakan perusahaan. Jika hal ini dibiarkan maka dapat menuai protes dari stakeholder yang mengancam keberadaan perusahaan.
Asumsi stakeholder theory (Thomas & Andrew Wicks, 1999):
  1. Perusahaan memiliki hbungan dengan banyak kelompok-kelompok stakeholder yang memengatuhi dan dipengaruhi oleh keputusan perusahaan
  2. Sifat alami hubungan dalam proses dan keluaran bagi perusahaan dan stakeholder
  3. Kepentingan semua legitimasi stakeholder memiliki nilai secara hakiki dan tidak membentuk dominasi satu sama lain
  4. Fokus pada pengambilan keputusan manajerial
c) Teori Kontrak Sosial
Teori ini terbentuk karena adanya interelasi dalam kehidupan sosial masyarakat, agar terjadi keselarasan, keserasian dan keseimbangan termasuk terhadap lingkungan (Elvinaro, 2011). Teori ini bertujuan untuk membentuk keseimbangan. Oleh karena itu perusahaan perlu kontrak sosial baik tersurat atau tersirat sehingga muncul kesepakatan-kesepakatan antara kedua belah pihak yang terkait.


Referensi:

Ardianto, Elvinaro & Mahfudz, Dindin.2011.Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR.Jakarta: PT Elex Komputindo Kompas Gramedia

Senin, 13 Oktober 2014

Lanjutan Dasar-Dasar CSR

Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk CSR? Berikut langkah-langkah dalam melaksanakan CSR:


  1. Analisa situasi, keberadaan & posisi perusahaan di mata masyarakat
  2. Penetapan sebuah tujuan yang nanti dapat diukur bisa atau tidaknya program csr dilaksanakan
  3. Cari target public yang ingin disasar
  4. Memilih media yang sesuai dengan target publiknya
  5. Dalam periode tertentu (kebijakan perusahaan) pengukuran hasil setiap kegiatan CSR harus dapat dilihat keberhasilannya (Elvinaro, 2009)

Comrel, ComDev dan CSR Berbeda ! kenapa?

Dapat dilihat dalam bagan diatas bahwa sebenarnya CSR merupakan penggabungan antara Comrel dan ComDev. Itu merupakan beberapa konsep yang berbeda. Jika ada yang mengatakan bahwa saya sudah melakukan comrel atau kepedulian terhadap masyarakat saja, itu bukan sebuah CSR. Karena CSR merupakan konsep The Triple Bottom Line yang meliputi profit(keuntungan), people (masyarakat) dan planet (lingkungan). 

Referensi:


Ardianto, Elvinaro & Mahfudz, Dindin.2011.Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR.Jakarta: PT Elex Komputindo Kompas Gramedia

Sabtu, 04 Oktober 2014

Dasar - Dasar CSR

Postingan pertama saya akan membahas mengenai dasar - dasar CSR yang harus dipahami. Dalam penjelasan ini saya akan membahas tentang sejarah CSR dan pengertian CSR secara umum.
                      
Sejarah CSR secara umum (dunia)















·  Konsep CSR pertama kali ditemukan oleh Howard R. Bowen tahun 1953


  • Corporate Social Reponsibility merupakan sebuah tugas moral untuk berperilaku jujur, mematuhi hukum, menunjang intergritas dan tidak korup (Elvinaro, 2011). Bukan hanya memikirkan profit dan profit namun juga melakukan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
  • CSR menekankan bahwa perusahaan mesti mengembangkan praktik bisnis yang etis dan sustainable secara ekonomi, sosial, lingkungan. Tidak mengherankan kalau kemudia CSR dianggap sebagai jawaban terhadap praktik bisnis yang melulu mencari untung sebesar-besarnya (Tisnawati dalam kartini, 2009)
  • Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk melaporkan dampak yang ditimbulkan olehnya dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan membuat “Sustainable Report atau Citizen Report” (Elvinaro,2011)
  • Pengertian CSR

    1. Menurut Johnson & John
“Bagaimana mengelola perusahaan baik sebagian atau keseluruhan,   memiiki dampak positif bagi dirinya dan lingkungan. Perusahaan harus mampu mengelola operasi bisnisnya menghasilkan produk yang         berorientasi positif terhadap masyarakat dan lingkungan” (Nor Hadi,2011)
    2. Secara umum:
“Komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk kontribusi dalam pengembangan ekonomi pembangunan berkelanjutan dengan memerhatikan tanggung jawab ekonomi sosial dan fokus pada kesimbangan antara aspek ekonomis, sosial dan lingkungan”

Referensi:
Ardianto, Elvinaro & Mahfudz, Dindin.2011.Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR.Jakarta: PT Elex Komputindo Kompas Gramedia