Minggu, 14 Desember 2014

social media release 2

Kurikulum Liberal Arts  di UPJ

Bintaro, Tangerang Selatan. UniversitasPembangunan Jaya (UPJ) adalah sebuah universitas yang terbilang baru sejak tahun 2011. Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) terdapat Lokasi kampus 1 di Bintaro Jaya, Tangerang ini tak bisa dipisahkan dari Grup Pembangunan Jaya yang telah siap dengan beberapa program studi antara lain Akuntansi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen Teknik Informatika, Psikologi, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Teknik Sipil, Desain Produk dan Teknik Arsitektur. Semuanya diajarkan dosen-dosen kompeten di bidangnya. Mereka berpendidikan S2, S3, dan Guru Besar dari perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri.

UPJ berani untuk mengusung konsep liberal arts di dalam universitas sebagai satu kesatuan yang utuh. Meskipun UPJ bukan universitas yang pertama kali menggunakan konsep ini. Melainkan ada Universitas Pelita Harapan (UPH) yang telah membuat konsep liberal arts dalam penerapan kurikulum.

Apa itu liberal arts? Liberal arts adalah sebuah pendidikan sebagai pengembangan bagi individu, melalui pengetahuan mendasar namun komprehensif alias antarbidang dan pengetahuan mendalam di suatu bidang. Liberal arts ini mempunyai tujuan yaitu untuk memberi pengetahuan umum agar para mahasiswa memiliki dasar pengetahuan kuat yang akan menjadi bekal kepada mereka dalam dunia kerja dan dalam menempuh karier profesional atau karier ilmiah yang lebih tinggi.

Memang ternyata dengan adanya liberal arts dapat sangat membantu mahasiswa/i untuk memiliki ilmu pengetahuan lebih dan bekal dunia kerja yang matang. Inilah alasan mengapa UPJ mengedepankan pilar liberal arts.

“Liberal Arts, kita bisa saling kenal dengan mahasiswa diluar prodi sendiri, dengan Liberal Arts kita jg bs belajar lagi pelajaran yg udh lama ga kita pelajari seperti anak IPA belajar IPS dan sebaliknya, tetapi kadang kurang relevan sama jurusan dan dosen yg mengajar kadang tidak sesuai sama bidang Liberal Arts mungkin karena Liberal Arts masih baru di Indonesia” ujar Yusuf, mahasiswa Ilmu Komunikasi

Liberal arts di UPJ ini mempelajari pelajaran-pelajaran mendasar sosial dan alam. Namun bukan berarti pelajaran ini sama dengan saat di bangku sekolah. Ini dikemas lebih mendalam dalam bentuk kegiatan atau aktivitas pembelajaran dan bukan hanya teori saja.

Bukan hanya itu, UPJ studi banding ke UPH sebagai salah satu universitas yang berhasil menerapkan liberal arts terhadap kurikulumnya. Tujuan nya adalah untuk mengetahui bagaimana konsep itu bisa diterapkan dalam kurikulum perkuliahan.

TENTANG KAMI
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berdiri tahun 2011 di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. dibawah naungan Yayasan Pendidikan Jaya (YPJ). UPJ mempunyai program LSE (Liberal arts, Sustainable Eco Development, and Enterpreneurship) pertama di Indonesia.

KONTAK KAMI 
Universitas Pembangunan Jaya
Jl. Boulevard Bintaro, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.
Telepon : (021) 745-5555, (021) 290-4540


Jumat, 12 Desember 2014

Video News Release (VNR) Konsep Perpustakaan 3 Ruang - Revision-

Video News Release ini mengenai Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), yang memiliki konsep perpustakaan dengan 3 ruang. Seperti apakah? Mari lihat video ini!



*video telah di revisi*

Selasa, 18 November 2014

Corporate Social Responsibilty and Hukum


Ada 2 konsep “Tanggung Jawab Sosial” dan “Legalitas”yang memiliki arti berbeda. CSR merupakan sebuah tindakan yang ditentukan berdasarkan hukum. Legal adalah sesuatu yang sesuai dengan perundang-undangan (hukum) yang berlaku.

Jadi dalam melakukan kegiatan CSR harus memiliki aktivitas yang legal secara hukum dan didampingi dengan tanggung jawab sosial dari perusahaan itu sendiri.

Legalitas dan tanggung jawab di identfikasi 4 pendekatan organsasi ke tanggung jawab sosial yaitu (Sims, 2003):

a) Illegal dan tidak bertanggung jawab
Beberapa perusahaan bersifat illegal dan tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakibatkan kerugian.

Contoh: Sebuah investigasi baru saja diberitahukan untuk memeriksa klaim beberapa perusahaan yang mengambil keuntungan dari bencana Tanki Pennyslvania Ashland Petroleum yang melakukan pembuangan racun perushaan ke Sungai Monongahela yang mengakibatkan tercemarnya sungai tersebut. Menurut peraturan hal itu adalah tindakan terlarang dan sangat jelas tidak bertanggung jawab.

b) Illegal dan bertanggungjawab
Sebuah organisasi illegal yaitu greenpeace mempunyai tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dengan berbagai macam upaya.

Contoh: Selama pertengahan 1990s, greenpace berusaha untuk blok percobaan nuklir prancis di pasifik selatan dengan menempati secara illegal teritori prancis dan mengacaukan operasi militer prancis.

c) Tidak bertanggung jawab dan legal
Beberapa perusahaan bertindak secara legal berdasarkan hukum, namun tidak bertanggung jawab terhadap sosial.

Contoh: Perusahaan bir memproduksi sebuah iklan komersial peminum dibawah umur. Hal ini tidak mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat mudah dibawah umur yang tidak boleh melakukan hal tersebut.

d) Legal dan bertanggung jawab
Ini merupakan salah satu yang terbaik dari 3 diatas, karena secara legal dan bertanggung jawab terhadap sosial. Yang membuat keseimbangan.

Contoh: Sejak 1984 Patagonia telah memberikan 10 persen dari keuntungan sebelum pajak ke beberapa kelompok seperti Dana Wolf, Komunitas Audubon dan konservasi alam.

Senin, 17 November 2014

Video News Release

"Konsep Perpustakaan 3 Ruang"

Video News Release ini mengenai Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), yang memiliki konsep perpustakaan dengan 3 ruang. Seperti apakah? Mari lihat video ini!




Selasa, 11 November 2014

Organizational Stakeholder dalam CSR

Pemangku Kepentingan Perusahaan (Organizational Stakeholder)

Ada banyak cara untuk mengkategorikan stakeholder. Skema paling tua dan tradisional untuk mengkategorikan stakeholder menjadi suatu kesatuan ada 2 kategori yaitu (Sims, 2003):

Primary Stakeholder adalah kelompok primer stakeholder terdiri dari shareholders dan investor, pegawai, konsumen, dan supplier. Serta publik stakeholder yaitu pemerintah dan komunitas-komunitas yang menyediakan infrastruktur dan pasar, yang memiliki hokum dan regulasi yang harus dipatuhi, dan untuk pajak serta obligasi lainnya (Clarkson, 1995)

Secondary Stakeholder adalah kelompok stakeholder sekunder,  meliputi semua yang menarik di grup. Seperti media, pemerintah dan regulasi, lobbyist, competitor, tekanan social (kelompok lingkungan), institusi sipil dan asosiasi perdagangan.
Stakeholder primer (Primary Stakeholder) adalah sebuah penopang langsung dalam organisasi dan itu berhasil bahkan dapat memengaruhi. Stakeholder sekunder mungkin lebih kuat pengaruhnya secara baik terutama dalam reeputasi dan publik. Namun mereka menopang organisasinya untuk publik atau keinginan khusus secara langsung. Stakeholder sekunder ini mungkin paling rendah tingkat sosialnya namun dapat memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan serta cukup dalam mewakili perhatian legitimasi publik.

Dari pernyataan diatas, ternyata stakeholder primary dan secondary dapat diklasifikasikan menjadi social dan non social (Sims, 2003), yaitu:

Primary social yang terdiri dari lingkungan alam, generasi mendatang dan spesies bukan manusia.

Secondary non social yang terdiri dari adanya tekanan lingkungan kelompok, dan organisasi keselamatan hewan.
Secondary non social dapat dengan cepat berpindah menjadi primary. Ini terjadi karena adanya keinginan khusus kelompok (special – interest groups) atau media ketika dalam keadaan darurat


reference:
Sims, Ronald D. 2003. Ethics and Corporate Social Responsibility: Why Giants Fall. United States Of America: Praeger Publishers

Senin, 20 Oktober 2014

Social Media Release

Ekskursi Agama di Universitas Pembangunan Jaya
Program eskursi diadakan setiap tahun pada mata kuliah agama



Bintaro, Tangerang.- Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) adalah sebuah universitas yang memiliki konsep kurikulum “Liberal Arts” pertama di Indonesia. Kepeduliannya tidak hanya sampai disitu, UPJ juga memberikan mata kuliah agama dibawah naungan unit liberal arts.

Mahasiswa/i UPJ memiliki latar belakang agama yang berbeda, untuk mempersatukan dan saling memahami antar agama lain. Dalam mata kuliah ini diajarkan bahwa sesama umat beragama harus memiliki solidaritas dan sikap saling menghargai satu sama lainnya.

Program ekskursi ini sangat baik dan jarang terpikirkan oleh sebagian orang bahkan institusi pendidikan sebagai suatu hal yang penting. Ini disadari karena rata-rata mereka mengikuti acara keagamaan dari agama mereka sendiri sehingga kurang tercipta rasa empati dan solidaritas antar agama lain. Hal ini memunculkan sebuah program ekskursi agama yang dilakukan setiap tahunnya oleh kampus UPJ.

Program ekskursi agama sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 mulai dari angkatan pertama UPJ sampai sekarang (angkatan 3 tahun 2014) dan telah bekerja sama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dalam merancang dan meyusun program.

Ekskursi agama adalah sebuah program dari UPJ yaitu mengunjungi tempat-tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ada agama mayoritas dan minoritas yang terdapat di Indonesia.

UPJ sendiri dalam melakukan ekskursi ini mengunjungi 8 tempat ibadah. Dari agama mayoritas ada Islam - Masjid Istiqlal, Kristen - Gereja Katedral & Gereja Immanuel, Hindu - Pura Parahyangan Jagat Guru,  Buddha - Vihara Ekayana, khongucu - Lithang Khongcu Bio. Agama minoritas ada Sikh – Gurdwara dan Tionghoa - Klenteng Boen Tek Bio.
Lokasi tempat ibadah ada di Jakarta dan Tangerang. Program ini dijalankan selama 2 kali untuk 3 atau 4 tempat ibadah pada minggu pertama dan minggu kedua.

Antusiasme terlihat dari mahasiswa/i yang sangat penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai macam kehidupan agama yang ada di Indonesia. Mereka di beri kesempatan untuk bertanya kepada pemuka agama setempat dan kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh mereka.

"Eskursi agama seru selain bisa mengenal agama-agama lain kita juga di ajarkan agar saling toleransi antara satu dengan yang lain dan dengan eskursi agama ini bisa membuat mahasiswa/i lain mengunjungi tempat ibadah yang berbeda" ujar Tika, peserta eskursi 

Program ekskursi ini akan menjadi agenda dalam program mata kuliah agama untuk setiap tahunnya yang diselengarakan oleh UPJ. Tahun ini telah dilakukan pada 11 & 18 Oktober 2014. Eskursi agama selanjutnya akan dilaksanakan tahun 2015 pada angkatan 2014. 

TENTANG KAMI
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berdiri tahun 2011 di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. dibawah naungan Yayasan Pendidikan Jaya (YPJ). UPJ mempunyai program LSE (Liberal arts, Sustainable Eco Development, and Enterpreneurship) pertama di Indonesia.

KONTAK KAMI 
Universitas Pembangunan Jaya
Jl. Boulevard Bintaro, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.

Telepon : (021) 745-5555, (021) 290-4540

Rabu, 15 Oktober 2014

Manfaat & Kategori Perusahaan CSR

Manfaat CSR Bagi Perusahaan
Pelaksanaan CSR bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, namun juga bermanfaat bagi pelaku CSR yaitu Perusahaan. Berikut adalah manfaat yang diterima oleh perusahaan dari pelaksanaan CSR (Suhandri, 2007):
a)     Mempertahankan dan mendongkrak reputasi serta citra merek perusahaan.
b)     Mendapatkan lisensi untuuk beroperasi secara social
c)      Mereduksi resiko bisnis perusahaan.
d)     Melebarkan akses sumber daya bagi para operasional usaha
e)     Membuka peluang pasar yang lebih luas
f)       Mereduksi biaya, misalnya yang terkait dampak pembuangan limbah
g)     Memperbaiki hubungan dengan stakeholders
h)     Memperbaiki hubungan dengan regulator
i)        Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan

j)        Peluang mendapatkan penghargaan

Ternyata manfaat CSR sangat baik dan mempengaruhi keberlangsungan sebuah perusahaan. CSR membuat hubungan antara korporat dengan masyarakat menjadi harmonis karena sebuah korporat peduli terhadap masyarakat dan llingkungan sekitar.

Salah satu contoh perusahaan yang melaksanakan CSR adalah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah sebuah perusahaan tambang dan batu bara. Perusahaan dan dinas pertanian provinsi mengusulkan penemuan baru dan memprakarsai petani jeruk di kecamatan Rantau Pulung, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Mereka juga sebagai salah satu sasaran program pemberdayaan masyarakat (COMDEV) KPC. Petani di rantau pulung berhasil menemukan varietas baru yang dinamai Citrus Retikulate Blanco. Sehingga pemberdayaan masyarakat terbangun dengan baik dan sesuai harapan serta tepat sasaran (Untung, 2008)

Jika perusahaan mengetahui ada banyak manfaat dibalik pelaksanaan CSR, seharusnya mereka melakukan secara maksimal CSR tersebut sesuai konsep the triple bottom line.

---------------------------------------------------------------------------------

Kategori Perusahaan Menurut Implementasi CSR

4 kelompok pengusaha terkait CSR berdasarkan urutan peringkat (Suhandri, 2007):
Hijau:
·        Perusahaan sudah menempatkan CSR pada strategi inti dan jantung bisnisnya
·        CSR tidak hanya dianggap sebagai keharusan, tetapi kebutuhan (modal social)
Biru:
·        perusahaan yang menilaii praktik CSR akan membawa dampak positif terhadap usahanya karena merupakan investasi, bukan biaya
Merah:
·        perusahaan peringkat hitam yang mulai menerapkan CSR. CSR masih dipandang sebagai kompenen biaya yang mengurangi keuntungan perusahaan
Hitam:
·        Mengutamakan kepeentingan bisnis
·        Tidak peduli aspek lingkungan dan social sekelilingnya
·        Tidak memerhatikan kesejahteraan karyawan

Dapat diketahui bahwa perusahaan memiliki kategori Implementasi dalam sebuah CSR. dapat dilihat berdasarkan urutan. bahwa ternyata kategori hijau memiliki tingkat kepedulian CSR tinggi yang dilaksanakan dalam perusahaannya sebagai program penting. untuk urutan terakhir terdapat dikategori hitam, disini perusahaan tidak peduli dengan aspek CSR sehingga lebih memikirkan profit dan profit tanpa peduli lingkungan sekitarnya.

Referensi:

Untung, Hendrik Budi.2008.Corporate Social Responsibility.Jakarta: Sinar Grafika